MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG SALICYLIC ACID DAN BERBAGAI MANFAATNYA BAGI KULIT WAJAH

Bagi Anda yang kulit wajahnya rentan berjerawat, mungkin sudah tidak asing lagi dengan salicylic acid, bahan yang umum terkandung di dalam obat jerawat. Bagi Anda yang juga familiar dengan nama bahan ini, bisa jadi Anda menjumpainya di produk skincare untuk eksfoliasi kulit wajah, seperti exfoliating toner, exfoliating serum, dan di face wash.

Selain dua manfaat utamanya, ada berbagai manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dari bahan yang dikenal di Indonesia dengan nama asam salisilat ini. Namun sebelum menbahas manfaatnya, ada baiknya Anda mengenal lebih dahulu tentang salicylic acid agar bisa menentukan apakah bahan ini dapat memenuhi kebutuhan kulit wajah Anda atau tidak.


 

Salicylic Acid dan Cara Kerjanya

 

Membahas tentang salicylic acid, Anda harus mengetahui juga tentang kelompok-kelompok acid yang digunakan dalam mengeksfoliasi kulit wajah, yaitu alpha hydroxy acid (AHA) dan beta hydroxy acid (BHA). Keduanya memiliki struktur molekul yang berbeda, membuat AHA larut di dalam air sementara BHA larut di dalam minyak. Acid yang masuk dalam kelompok AHA di antaranya adalah glycolic acid, lactic acid, dan citric acid, sementara salicylic acid merupakan satu-satunya acid di kelompok BHA. 


Saat dijadikan kandungan skincare, kedua jenis acid ini bekerja dengan cara yang sama, yaitu memutuskan ikatan yang membuat sel-sel kulit mati tetap menempel di permukaan kulit dan tidak luruh sehingga membuat kulit wajah terasa kasar dan terlihat kusam. Sebenarnya sel-sel kulit mati ini akan luruh secara alami, namun kecepatannya berkurang saat usia bertambah. Di sinilah AHA dan BHA berperan untuk mempercepat prosesnya. Setelah ikatannya terputus, maka sel-sel kulit mati ini akan luruh dengan mudah saat wajah dibersihkan.


Karena BHA dapat larut dalam minyak, maka acid ini dapat menembus lapisan minyak yang memenuhi pori-pori dan masuk sampai ke dalam untuk mengeksfoliasi dan membersihkan minyak, kotoran, partikel polusi, dan sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Kemampuannya ini membuat BHA sangat direkomendasikan untuk pemilik kulit wajah berminyak dan cenderung berjerawat, walau dapat juga digunakan oleh jenis kulit wajah lainnya. Dengan pemakaian rutin, kondisi kulit wajah akan membaik.


Manfaatnya Berlaku untuk Semua Jenis Kulit

 

Penggunaan salicylic acid sebagai perawatan wajah dan pengobatan berbagai masalah kulit wajah secara topikal ternyata sudah berlangsung sejak 2000 tahun lalu. Jika dahulu acid ini lebih banyak digunakan untuk pengobatan jerawat, maka seiring berjalannya waktu, manfaatnya semakin ditemukan.

 

  1. Mengeksfoliasi sel-sel kulit mati.

Melakukan eksfoliasi kulit wajah secara rutin 2-3 kali seminggu dengan produk yang mengandung AHA dan BHA dapat membantu kulit wajah tampak lebih halus dan cerah, serta membantu menyamarkan tampilan garis-garis halus, kerutan, dan pori-pori besar.

 

2. Mengatasi masalah-masalah kulit.

Kemampuannya mengeksfoliasi sel-sel kulit mati membuat salicylic acid menjadi keratolytic agent yang dapat membantu mengobati masalah-masalah kulit, seperti jerawat, kutil, dan psoriasis. Dengan membersihkan pori-pori dari sumbatan, maka bakteri penyebab peradangan kulit dapat diatasi, dan peradangan kulit dapati dikurangi.

 

3. Menyembuhkan jerawat.

 

Masalah jerawat umumnya muncul karena tiga penyebab, yaitu tumpukan sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori, produksi minyak berlebih, dan paparan bakteri P. acnes. Dengan kemampuannya mengeksfoliasi sel-sel kulit mati di kulit yang berminyak dan ditambah dengan sifatnya yang anti-bakteri, maka salicylic acid ampuh dalam membantu menyembuhkan jerawat.

 

4. Mencegah munculnya komedo dan blackhead.

 

Sel-sel kulit mati dan kotoran yang menyumbat pori-pori lama-kelamaan akan membentuk komedo. Jika tidak segera dibersihkan, maka komedo tersebut akan teroksidasi dan terbentuknya blackhead yang lebih sulit dibersihkan. Jika Anda rutin melakukan eksfoliasi menggunakan produk skincare yang mengandung BHA, maka masalah ini dapat dicegah.

 

5. Mengurangi peradangan kulit wajah.

 

Salicylic acid merupakan turunan dari aspirin yang berfungsi mengurangi peradangan di tubuh. Karena sifat anti-inflamasi-nya, maka zat asam ini dapat membantu mengurangi peradangan saat kulit wajah iritasi atau mengalami breakout.  


Penggunaan Produk Skincare dengan Kandungan Salicylic Acid

 

Tak sulit untuk menemukan kandungan asam ini dalam produk-produk skincare. Anda bisa menemukannya dalam pembersih wajah, scrub, krim pelembap, cleansing pads, dan toner. Anda bahkan bisa menemukan kandungan salicylic acid atau BHA yang lebih tinggi dan terkonsentrasi di dalam serum dan obat jerawat. 


Untuk persentase kandungan yang aman, FDA (Food and Drug Administration, semacam lembaga BPOM di Amerika Serikat) memperbolehkan kandungan 0,5-2 persen untuk produk-produk skincare yang dijual bebas dan ditujukan untuk eksfoliasi serta pengobatan jerawat ringan. Sementara jika Anda mengambil perawatan peeling di klinik kecantikan yang dilakukan oleh dokter kulit, persentasenya bisa mencapai 20-30 persen.  


Aturan Penggunaan yang Harus Anda Perhatikan

 

Hal-hal berikut harus Anda perhatikan sebelum dan saat menggunakan produk-produk skincare yang mengandung salicylic acid atau BHA:

 

Karena berpotensi menyebabkan iritasi, terutama jika kandungannya tinggi, sebaiknya Anda melakukan patch test terlebih dahulu untuk melihat bagaimana respon dari kulit wajah. Jika tidak terjadi iritasi atau reaksi lainnya, maka Anda bisa lanjutkan penggunaan secara rutin.

 

Jika Anda memiliki kulit yang sangat kering dan sensitif, dianjurkan untuk menghindari pemakaian produk-produk dengan kandungan asam ini. Begitu juga dengan ibu hamil atau sedang dalam pengobatan.

 

Gunakan produk skincare sesuai petunjuk penggunaan, jangan kurang atau berlebihan. Untuk salicylic acid dalam konsentrasi tinggi, hanya aplikasikan produk di area kulit yang bermasalah saja. Penggunaan yang berlebihan berisiko membuat keracunan.

 

BHA dapat membuat kulit wajah Anda menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Karena itu, selalu gunakan sunscreen yang mengandung SPF dan PA, serta sebisa mungkin hindari paparan langsung sinar matahari ke kulit wajah.

 

Jika Anda sedang mengobati jerawat, disarankan untuk menggunakan produk-produk skincare dan makeup yang bersifat non-comedogenic dan non-acnegenic sehingga tidak menyumbat pori-pori.

 

Seperti umumnya penggunaan produk skincare, penggunaan produk-produk yang mengandung salicylic acid tidak akan memberi hasil instan. Hasilnya baru akan tampak setelah pemakaian antara empat sampai delapan minggu. Untuk pengobatan jerawat ringan, hasilnya bisa lebih cepat. Dengan pemakaian rutin dan kesabaran, kondisi kulit wajah secara keseluruhan akan menjadi lebih baik. Temukan rangkaian produk anti aging terbaik dari L'Oreal Paris sesuai dengan jenis kulit dan permasalahan kulit Anda.

 

Skip the slider: Full Range Skin Care

Improve your routine

Show your new look more love: