L'Oréal Paris Berkomitmen untuk Stand Up Melawan Kekerasan Seksual di Ruang Publik

Pelajari bagaimana cara melawan kekerasan seksual di ruang publik dengan aman bersama L’Oréal Paris. Hanya butuh waktu 10 menit untuk mengikuti pelatihan Stand Up dan pelajari bagaimana cara merespon jika kamu menjadi saksi atau penyintas kekerasan seksual di ruang publik.

  • 80%
    perempuan pernah mengalami kekerasan seksual di ruang publik.
  • 76%
    orang pernah menyaksikan kekerasan seksual di ruang publik.
  • 86%
    saksi merasa tidak mudah untuk menemukan pelatihan yang mengajarkan cara aman untuk intervensi.

KEKERASAN SEKSUAL DI RUANG PUBLIK ADALAH ISU TERPENTING YANG DIHADAPI PEREMPUAN DI SELURUH DUNIA

Berdasarkan hasil studi dari IPSOS pada tahun 2021 , kekerasan seksual di ruang publik diidentifikasi sebagai isu terpenting yang dihadapi oleh perempuan di seluruh dunia. 

Nyatanya, kekerasan di ruang publik merampas martabat, perasaan aman, hingga perasaan berharga dari perempuan yang bertentangan dengan semua nilai yang L’Oréal Paris yakini. Sehingga, sangat penting bagi kita untuk membela dan membantu memerangi isu yang berdampak pada kita semua

1. Studi internasional tentang kekearasan seksual di ruang publik oleh L’Oréal Paris Bersama Ipsos, dengan data dari 15,500 partisipan dari 15 negara, Maret 2021.

IKUTI PELATIHANNYA DAN BERGABUNGLAH MELAWAN KEKERASAN SEKSUAL DI RUANG PUBLIK

Stand Up Melawan Kekerasan Seksual di Ruang Publik merupakan program pelatihan dan upaya peningkatan kesadaran atas isu kekerasan seksual di ruang publik yang dikembangkan oleh L’Oréal Paris bekerja sama dengan organisasi non-profit Right To Be sejak 8 Maret 2020. Program ini menawarkan metodologi 5D (Dialihkan, Ditegur, Dokumentasikan, Dilaporkan, Ditenangkan) yang telah teruji untuk membantu baik pria maupun perempuan di seluruh dunia dalam mengintervensi pelaku kekerasan seksual ketika mereka menyaksikan atau mengalami kekerasan di ruang publik dengan aman.

Melalui pelatihan Stand Up yang kami jalankan di seluruh dunia, kami bertekad untuk berkontribusi membangun komunitas dan kultur yang menjunjung tinggi harga diri dan rasa saling menghormati terhadap sesama dengan mengedukasi lebih dari satu juta orang

GERAKAN GLOBAL: LEBIH DARI 800.000 ORANG TELAH MENGIKUTI PELATIHAN STAND UP

Beserta dukungan dari partner lokal, 37 negara telah meluncurkan program Stand Up dan lebih dari 800,000 orang di seluruh dunia telah mengikuti pelatihannya.
Hasil survey yang dijalankan oleh L’Oréal Paris bersama Ipsos tahun 2022 menunjukkan bahwa program Stand Up memberdayakan peserta pelatihan dan memberikan mereka kekuatan untuk berjalan di ruang publik dan mengambil aksi dengan percaya diri. 97% saksi kekerasan seksual di ruang publik merasa berdaya untuk mengitervensi kejadian kekerasan setelah mengikuti pelatihan Stand Up. Kemudian, lebih dari 90% peserta pelatihan menyatakan bahwa mereka kini tahu bagaimana cara bereaksi untuk melawan kekerasan seksual di ruang publik ketika menjadi saksi.

2. Survey dampak sosial tentang pelatihan Stand Up Melawan Kekerasan Seksual di Ruang Publik, diadakan oleh L’Oréal Paris bersama Ipsos, dengan data yang dikumpulkan dari 4 negara dengan 4,967 partisipan, Maret 2022.

IKUTI PELATIHAN

STAND UP DI INDONESIA

L'Oréal Paris bekerja sama dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan DEMAND untuk meluncurkan kampanye Stand Up Melawan kekerasan di Ruang Publik di Indonesia.

Kerja sama ini telah memfasilitasi pelatihan 5D dan memiliki target untuk melatih 200.000 orang pada akhir tahun 2023. Bersamaan dengan peluncuran kampanye ini, L'Oréal Paris juga memperkenalkan brand ambassador barunya, Cinta Laura yang juga terpilih sebagai Duta Anti-Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

Semakin memperkuat komitmennya dalam memberdayakan perempuan Indonesia, L’Oréal Paris juga memberikan donasi sebesar Rp. 200 juta untuk Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan. Melalui donasi ini, L’Oréal Paris mendukung program Pundi Perempuan dalam hal penyediaan layanan pendampingan konseling dan penyediaan rumah aman untuk korban diskriminasi terhadap perempuan.

IKUTI PELATIHAN STAND UP